Farrel Franqois Blog

0

Cara menggunakan password_hash() dan password_verify di PHP

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Sebelumnya saya telah membahas tentang masalah Alasan kenapa sebaiknya jangan gunakan base64_encode untuk Password Hashing, sekarang saya akan membahas Cara menggunakan password_hash() dan password_verify() di PHP.

Seperti yang anda ketahui, bahwa agar dapat menimbulkan rasa kepercayaan dari Clien/Pengguna nya, kita sebagai Programmer haruslah tahu cara mengamankan Akun yang mereka buat di dalam website kita.

Dan, pula, kita juga harus menyembunyikan segala privasi Client di Internet agar timbul rasa kepercayaan dari Client nya. Salah satunya adalah melakukan Hashing pada Kata Sandi.

Mungkin, anda lebih tahu tentang fungsi crypt() dan hash() di PHP untuk membuat sebuah Kata Sandi, namun penggunaan nya mungkin lebih sulit dan malah cenderung lebih ribet, karena harus mempertimbangkan semua nya.

Sekarang, anda bisa melakukan Hashing Kata Sandi dengan fungsi khusus untuk kata sandi, yang mana jauh lebih mudah daripada menggunakan fungsi-fungsi sebelumnya, yakni fungsi password_hash() untuk membuat Hash Kata Sandi, sedangkan password_verify() untuk memverifikasikan kata sandi nya.

Penasaran bagaimana cara menggunakan nya? Silahkan anda baca artikel ini, jika anda ingin tau bagaimana caranya 🙂

(lebih…)

base64_encode() 0

Alasan kenapa sebaiknya jangan gunakan base64_encode untuk Password Hashing

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Apakah anda pernah di ajarkan oleh Bapak/Ibu Guru atau Dosen anda tentang cara mengamankan password User yang tersimpan di dalam Database dengan metode Hashing? Atau kalau bukan oleh Ibu/Bapak Guru atau Dosen, apakah pernah di jumpai di tutorial luaran sana? Hanya saja, “Hashing” disini menggunakan base64_encode?

Pernahkah anda berpikir kalau ada yang aneh dari fungsi base64_encode() untuk mengamankan sebuah kata sandi pengguna, atau anda malah “melawan” (*Arti “melawan” disini maksudnya anda melakukan hal yang melenceng dari penjelasan Ibu/Bapak Guru, Dosen anda atau dari Tutorial Luaran sana, misal Ibu/Bapak Guru ngomong A, yang anda lakukan malah B, dsb, bukan memberontak) dari penjelasan tersebut?

Ya, saya juga waktu pertama kali di ajarkan fungsi base64_encode() di waktu saya kuliah, saya merasa aneh. Bukan hanya itu saja, saya malah “melawan” dari penjelasan itu dan saya menggunakan fungsi lainnya untuk melakukan Password Hashing.

Lalu, mana yang lebih baik? Dan, apa alasan nya? (Hampir) Semua pertanyaan itu akan di jawab di dalam Artikel, tapi sebelum itu, saya akan menjelaskan sedikit tentang fungsi base64_encode() terlebih dahulu. Maka dari itu, silahkan anda membaca artikel nya agar paham 🙂

(lebih…)

0

Cara membuat Child Theme pada WordPress

Cara membuat Child Theme pada WordPress

Assalamua’alaikum 🙂

Halo, sob. Sudah lama sekali rasanya saya tidak memposting artikel, (dan ini memang kebiasaan saya, hehe 😃). Saya juga tadinya sedang menulis Kebijakan Privasi, cuman belum selesai sampai sekarang di karenakan saya harus banyak berpikir untuk itu dan juga saya lagi banyak aktifitas, jadi yah terganggu untuk menulisnya.

Selain itu juga saya telah merubah Pencarian Blog secara keseluruhannya. Ya, sekarang saya menggunakan Google CSE di blog ini secara keseluruhan, tentunya dengan sub domain saya sendiri. (Nanti saya postingkan Artikel nya)

Ah, sudah cukup basa-basi nya, sekarang saya akan membahas tentang bagaimana caranya untuk membuat Child Theme pada WordPress. Anda tidak ingin semua konfigurasi yang anda lakukan di dalam tema WP yang anda pakai itu hilang saat update, kan? Nah, makanya kita harus membuat Child Theme nya terlebih dahulu sebelum melakukan konfigurasi pada Tema kamu.

Tapi, sebelum itu, saya akan jelaskan sedikit tentang Apa itu Child Theme dan Kelebihannya. Lalu, apa itu Child Theme dan bagaimana cara menggunakannya? Silahkan baca artikel nya untuk lebih lanjut 🙂

(lebih…)

Logo DNSCrypt-Proxy 2 6

Cara Menginstall DNSCrypt-Proxy v2 di Ubuntu/Linux Mint

Gambar di atas merupakan Logo DNSCrypt-Proxy 2, dan di buat oleh Frank Denis (jedisct1). Sumber Gambar: https://github.com/jedisct1/dnscrypt-proxy

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Sebelumnya, saya sudah memposting tentang DNS Publik Cloudflare (1.1.1.1), dan saya disitu berkata bahwa saya akan membuat artikel ini. Ya, sudah saya tepati itu (bukan janji, lebih tepatnya ke komitmen diri aja sih, hehe 😀 ).

Di hampir pertengahan bulan puasa Ramadhan ini, saya akan memposting tentang Cara Menginstall DNSCrypt-Proxy v2 di Ubuntu/Linux Mint. Implementasi DNSCrypt untuk menggantikan Alamat DNS memang bisa di lakukan dengan mudah kalau anda pengguna Sistem Operasi Windows, anda download dan install Simple DNSCrypt untuk itu, dan anda tinggal klak-klik saja.

Namun, untuk pengguna Sistem Operasi berbasis GNU/Linux, tidaklah demikian. Instalasi disana memang cukup rumit kalau di lihat dari dokumentasi nya. Apalagi kalau Distro (atau turunan Distro) yang anda gunakan itu selain dari yang ada di dokumentasi, seperti Ubuntu, Debian, Linux Mint, ArchLinux, Gentoo atau Pi-hoo.

Nah, yang saya posting ini, khusus untuk pengguna Ubuntu/Linux Mint, mengingat banyak sekali yang menggunakannya, baik secara langsung ataupun melalui turunannya. Install nya cukup mudah, namun konfigurasi nya sedikit sulit nanti. Namun, tentang saja, saya akan menjelaskannya sejelas mungkin.

Sudah cukup untuk basa-basi nya, jika anda ingin mengimplementasikan DNSCrypt dengan menginstall DNSCrypt-Proxy 2 di Ubuntu/Linux Mint anda, silahkan baca artikel ini dan langsung di mulai 🙂

(lebih…)

DNS Publik Cloudflare (1.1.1.1) 0

Resolver DNS Cloudflare (1.1.1.1) dan Cara Menggunakannya

Gambar Illustrasi di atas merupakan logo dari Resolver DNS 1.1.1.1 dan itu di buat oleh Cloudflare, Inc. Aslinya, gambar tersebut merupakan gambar animasi, tapi yang tampil disini tidak beranimasi dan sudah di mampatkan sedemikian rupa (Dengan alasan Optimasi pada Blog). Jika anda ingin melihat gambar aslinya, silahkan klik disini (Gambar Asli tersebut mencapai ukuran sebesar 2,3 MB).

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Sudah lama sekali rasanya, ya 2 bulan (atau bahkan lebih) saya gak posting. Saya sedang sibuk-sibuk nya mempersiapkan dan melakukan UTS kuliah kemarin, sampai akhirnya lupa sekarang. Tapi, beberapa hari yang lalu saya membaca salah satu kabar internet yang membahas tentang hal ini.

Saya sampai-sampai tidak sempat memberitahukan sebuah kabar yang menurut saya ini cukup menarik, yaitu kemunculan Layanan DNS Publik Cloudflare dengan beralamat IP 1.1.1.1 (DNS Cloudflare)

Ya, Layanan Resolver DNS Publik tersebut sudah di rilis bertepatan pada tanggal 1 April 2018 yang lalu. Cukup unik juga, pasalnya 1 April biasanya merupakan April Mop, yang mana sebagian besar orang merayakannya setiap tahun nya, apalagi yang ada di negara sana (If You Now What I Mean?).

Sudah cukup untuk basa-basi nya disini. Jika anda ingin mengetahui penjelasan dan cara menggunakannya, silahkan baca artikel ini 🙂

(lebih…)