Cara membuat Child Theme pada WordPress

Cara membuat Child Theme pada WordPress

Assalamua’alaikum 🙂

Halo, sob. Sudah lama sekali rasanya saya tidak memposting artikel, (dan ini memang kebiasaan saya, hehe 😃). Saya juga tadinya sedang menulis Kebijakan Privasi, cuman belum selesai sampai sekarang di karenakan saya harus banyak berpikir untuk itu dan juga saya lagi banyak aktifitas, jadi yah terganggu untuk menulisnya.

Selain itu juga saya telah merubah Pencarian Blog secara keseluruhannya. Ya, sekarang saya menggunakan Google CSE di blog ini secara keseluruhan, tentunya dengan sub domain saya sendiri. (Nanti saya postingkan Artikel nya)

Ah, sudah cukup basa-basi nya, sekarang saya akan membahas tentang bagaimana caranya untuk membuat Child Theme pada WordPress. Anda tidak ingin semua konfigurasi yang anda lakukan di dalam tema WP yang anda pakai itu hilang saat update, kan? Nah, makanya kita harus membuat Child Theme nya terlebih dahulu sebelum melakukan konfigurasi pada Tema kamu.

Tapi, sebelum itu, saya akan jelaskan sedikit tentang Apa itu Child Theme dan Kelebihannya. Lalu, apa itu Child Theme dan bagaimana cara menggunakannya? Silahkan baca artikel nya untuk lebih lanjut 🙂

Apa itu Child Theme?

Dari namanya saja, saya yakin kalian bisa menebaknya (walaupun saya yakin tidak semua nya, hehe 😀). Jika anda berpikiran, bahwa Child Theme merupakan ‘anak’ dari tema utama yang mendapatkan warisan sifat dari ‘orang tua nya’, maka anda benar.

Pasalnya, secara teori, Child Theme merupakan Tema yang mewarisi fungsionalitas dari tema utama nya, ataupun yang ada pada tema lain, yaitu Parent Theme.

Apa Kelebihan nya?

Kelebihan dari memiliki Child Theme yang utama adalah kemudahan dalam melakukan konfigurasi dan tweaking tema yang di pakai, tanpa harus menghilangkan kemampuan untuk melakukan update atau bisa anda anggap bahwa Tema tersebut (Parent Theme) masih bisa di update, meski sudah di konfigurasi tema dengan mengubah/mengedit file nya.

Mungkin, jika anda tidak menggunakan Child Theme ini, anda akan pusing dalam memutuskan apakah tema mau di update atau tidak nya. Kenapa? Karena dengan anda melakukan update, segala konfigurasi dengan perubahan/pengeditan file tema yang anda lakukan pada tema yang anda gunakan akan hilang, alias balik lagi ke semula (Apalagi jika anda sudah melakukan konfigurasi besar-besaran).

Disamping itu, jika anda tidak mau mengupdate tema tersebut, maka anda tidak dapat menikmati sejumlah fitur baru, perbaikan bug, atau/dan bahkan perbaikan eksploitasi keamanan dari tema yang anda gunakan.

Jika anda tidak mendapatkan perbaikan eksploitasi keamanan sama sekali, maka anda akan membuka peluang bagi peretas untuk meretas blog/website anda, karena celah keamanan yang ada dari tema yang anda gunakan.

Jika anda melakukan konfigurasi tema tanpa menggunakan Child Theme, ada update yang tersedia pada Dashboard WordPress anda, dan yang tersedia adalah mengenai tema yang anda gunakan. Lalu, apa yang ingin kamu lakukan, Update atau Dibiarkan? Bingung, kan?

Nah, hal inilah yang membuat Tim Core dan Komunitas WordPress memutuskan untuk memecahkan masalah seperti diatas, dengan memperkenalkan konsep Child dan Parent Theme ini. Dulu, belum ada konsep seperti itu pada WordPress, sehingga mungkin anda kesulitan untuk men-konfigurasi file pada tema anda.

Nah, sekarang sudah tau kan apa itu Child Theme dan Kelebihannya, setelah ini nanti saya kasih tau caranya. Silahkan klik halaman selanjutnya 🙂

Mungkin Anda juga menyukai