Kategori Tips dan Trik

0

Menggunakan CDN Staticaly untuk Emoji WordPress

Kredit: Gambar Illustrasi diatas telah dibuat oleh Ink Drop dari Shutterstock.

Note : This article talked about serving WordPress Emojis using Staticaly CDN. English Version for this Article are available here. Thank You ^_^

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Sehabis saya review tentang Staticaly, saya akan memposting artikel tentang menggunakan CDN Staticaly pada Emoji WordPress.

Sebelum ke intinya, saya mau tanya, sekarang kamu masih menggunakan Emoji pada Blog/Web WordPress anda? Dan, kamu merasa kesal dengan nilai (score) GTMetrix kamu yang tidak menaik, karena Emoji yang di muat itu terkadang ada yang tidak memiliki fitur Kompresi GZip? Terutama, bagi orang yang ingin mendapatkan nilai GTMetrix yang sempurna, pasti merasa kesal dengan hal tersebut.

Atau, anda ingin mempercepat blog anda dengan mengoptimalkan Emoji, tanpa menonaktifkan nya, atau justru anda ingin menggunakan CDN Staticaly pada Emoji hanya karena ingin menggunakan Multi CDN nya saja?

Jika demikian, maka artikel ini cocok bagi anda, dan tampaknya kamu perlu menggunakan CDN Staticaly untuk Emoji pada Web/Blog WordPress anda, yang memiliki Fitur Kompresi Brotli/GZip dan juga menggunakan Infrastruktur Multi CDN, yang (mungkin) akan menaikkan sedikit nilai GTMetrix.

Tapi, sebelum membahas point nya, saya akan menjelaskan apa itu Emoji, biar pada paham. Silahkan lanjut baca artikel, kalau ingin mengoptimalkan Emoji pada Blog/Web anda 🙂

(lebih…)

1

Staticaly – Proyek Public CDN pertama di Indonesia, dengan fitur tambahan !

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Anda sebagai programmer, terutama web programmer yang ingin menyebarkan/menggunakan script buatan anda dari GitHub, GitLab, dan BitBucket. Tapi, yang ada malah gak bisa, karena di anggap sebagai file teks? Dan, anda gak mau repot-repot untuk mengoptimalisasi gambar untuk mempercepat web yang anda buat itu?

Atau, anda yang sebagai seorang Blogger, yang ingin mengoptimalisasikan gambar yang di load, tapi tidak ingin repot-repot install Plugin, setting Pull CDN, atau segala macem, dan juga tidak ingin bayar kepada Pembuat Perangkat Lunak Pengoptimal Gambar?

Kalau masalah Script, mungkin anda tahu tentang Google Library CDN, atau Cloudflare cdnjs, tapi mereka tidak bisa menggunakan Script yang tersimpan di GitHub, GitLab dan BitBucket, alias mereka memiliki script yang di simpan di dalam server mereka sendiri.

Atau, mungkin anda tahu tentang jsDelivr yang menawarkan solusi tersebut? Tapi, jsDelivr mempunyai struktur URL yang cukup rumit dan jsDelivr juga tidak mempunyai fitur Optimalisasi Gambar. Bagaimana dengan RawGit? Cuma sayang, mau tutup. Lalu, bagaimana dengan Berkas Gambar nya?

Kali ini, saya memposting tentang Layanan Public CDN pertama di Indonesia, yakni Staticaly. Staticaly (bisa jadi) merupakan solusi untuk anda yang memiliki masalah tersebut. Untuk penjelasan nya, silahkan baca artikel ini 🙂

(lebih…)

base64_encode() 0

Alasan kenapa sebaiknya jangan gunakan base64_encode untuk Password Hashing

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Apakah anda pernah di ajarkan oleh Bapak/Ibu Guru atau Dosen anda tentang cara mengamankan password User yang tersimpan di dalam Database dengan metode Hashing? Atau kalau bukan oleh Ibu/Bapak Guru atau Dosen, apakah pernah di jumpai di tutorial luaran sana? Hanya saja, “Hashing” disini menggunakan base64_encode?

Pernahkah anda berpikir kalau ada yang aneh dari fungsi base64_encode() untuk mengamankan sebuah kata sandi pengguna, atau anda malah “melawan” (*Arti “melawan” disini maksudnya anda melakukan hal yang melenceng dari penjelasan Ibu/Bapak Guru, Dosen anda atau dari Tutorial Luaran sana, misal Ibu/Bapak Guru ngomong A, yang anda lakukan malah B, dsb, bukan memberontak) dari penjelasan tersebut?

Ya, saya juga waktu pertama kali di ajarkan fungsi base64_encode() di waktu saya kuliah, saya merasa aneh. Bukan hanya itu saja, saya malah “melawan” dari penjelasan itu dan saya menggunakan fungsi lainnya untuk melakukan Password Hashing.

Lalu, mana yang lebih baik? Dan, apa alasan nya? (Hampir) Semua pertanyaan itu akan di jawab di dalam Artikel, tapi sebelum itu, saya akan menjelaskan sedikit tentang fungsi base64_encode() terlebih dahulu. Maka dari itu, silahkan anda membaca artikel nya agar paham 🙂

(lebih…)

2

Cara membuat Child Theme pada WordPress

Cara membuat Child Theme pada WordPress

Assalamua’alaikum 🙂

Halo, sob. Sudah lama sekali rasanya saya tidak memposting artikel, (dan ini memang kebiasaan saya, hehe ?). Saya juga tadinya sedang menulis Kebijakan Privasi, cuman belum selesai sampai sekarang di karenakan saya harus banyak berpikir untuk itu dan juga saya lagi banyak aktifitas, jadi yah terganggu untuk menulisnya.

Selain itu juga saya telah merubah Pencarian Blog secara keseluruhannya. Ya, sekarang saya menggunakan Google CSE di blog ini secara keseluruhan, tentunya dengan sub domain saya sendiri. (Nanti saya postingkan Artikel nya)

Ah, sudah cukup basa-basi nya, sekarang saya akan membahas tentang bagaimana caranya untuk membuat Child Theme pada WordPress. Anda tidak ingin semua konfigurasi yang anda lakukan di dalam tema WP yang anda pakai itu hilang saat update, kan? Nah, makanya kita harus membuat Child Theme nya terlebih dahulu sebelum melakukan konfigurasi pada Tema kamu.

Tapi, sebelum itu, saya akan jelaskan sedikit tentang Apa itu Child Theme dan Kelebihannya. Lalu, apa itu Child Theme dan bagaimana cara menggunakannya? Silahkan baca artikel nya untuk lebih lanjut 🙂

(lebih…)

Logo DNSCrypt-Proxy 2 7

Cara Menginstall DNSCrypt-Proxy v2 di Ubuntu/Linux Mint

Gambar di atas merupakan Logo DNSCrypt-Proxy 2, dan di buat oleh Frank Denis (jedisct1). Sumber Gambar: https://github.com/jedisct1/dnscrypt-proxy

Assalamu’alaikum 🙂

Halo, sob. Sebelumnya, saya sudah memposting tentang DNS Publik Cloudflare (1.1.1.1), dan saya disitu berkata bahwa saya akan membuat artikel ini. Ya, sudah saya tepati itu (bukan janji, lebih tepatnya ke komitmen diri aja sih, hehe 😀 ).

Di hampir pertengahan bulan puasa Ramadhan ini, saya akan memposting tentang Cara Menginstall DNSCrypt-Proxy v2 di Ubuntu/Linux Mint. Implementasi DNSCrypt untuk menggantikan Alamat DNS memang bisa di lakukan dengan mudah kalau anda pengguna Sistem Operasi Windows, anda download dan install Simple DNSCrypt untuk itu, dan anda tinggal klak-klik saja.

Namun, untuk pengguna Sistem Operasi berbasis GNU/Linux, tidaklah demikian. Instalasi disana memang cukup rumit kalau di lihat dari dokumentasi nya. Apalagi kalau Distro (atau turunan Distro) yang anda gunakan itu selain dari yang ada di dokumentasi, seperti Ubuntu, Debian, Linux Mint, ArchLinux, Gentoo atau Pi-hoo.

Nah, yang saya posting ini, khusus untuk pengguna Ubuntu/Linux Mint, mengingat banyak sekali yang menggunakannya, baik secara langsung ataupun melalui turunannya. Install nya cukup mudah, namun konfigurasi nya sedikit sulit nanti. Namun, tentang saja, saya akan menjelaskannya sejelas mungkin.

Sudah cukup untuk basa-basi nya, jika anda ingin mengimplementasikan DNSCrypt dengan menginstall DNSCrypt-Proxy 2 di Ubuntu/Linux Mint anda, silahkan baca artikel ini dan langsung di mulai 🙂

(lebih…)