Gambar Unggulan dari Pos Masa Dukungan Windows 10 sudah habis pada tanggal 14 Oktober 2025: Kita harus apa?

Masa Dukungan Windows 10 sudah habis pada tanggal 14 Oktober 2025: Kita harus apa?

Pembuka

Tidak dipungkiri bahwa Windows adalah sebuah sistem operasi yang paling populer dipasaran, termasuk Windows 10 yang menurut GS Statcounter itu menguasai pangsa pasar sebesar 41,74% per bulan Oktober 2025, yang artinya masih banyak yang memakai Windows 10, walau Windows 11 sekarang sudah dominan.

Sayangnya, persyaratan Windows 11 ini menjadi “tembok api” untuk sebagian orang, yakni Secure Boot, RAM >= 4 GB, UEFI dan yang paling penting adalah TPM 2.0, serta mereka ingin mengakhiri masa dukungan Windows 10 pada tanggal 14 Oktober 2025, yang mana sekarang sudah berakhir.

Maka dari itu, di artikel ini saya akan membahas opsi apa saja yang bisa Anda lakukan, beserta apa kelebihan dan kekurangannya dari opsi yang ada. Opsi-opsi yang tersedia terbagi menjadi dua, yakni “Tidak paksa pakai Windows 11” dan “Paksa pakai Windows 11” yang keduanya memiliki konsekuensinya masing-masing jika Anda melakukan salah satunya.

Tidak paksa pakai Windows 11

Sebuah opsi yang memungkinkan untuk tidak memaksakan diri untuk menggunakan Windows 11 di perangkat yang tidak memenuhi syarat, tapi ingin komputernya bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan, yakni sebagai berikut:

Solusi ke-1: Upgrade Perangkat untuk menggunakan Windows 11

Ini adalah solusi paling realistis tanpa memaksakannya di perangkat yang tidak memenuhi syarat, yakni upgrade perangkatmu baik laptop dan komputer desktop agar dapat memenuhi syarat untuk menggunakan Windows 11.

Jika kamu adalah pengguna laptop, maka sudah saatnya kamu membeli laptop baru yang sistem operasinya sudah memakai Windows 11 dan itu biasanya gratis.

Sedangkan jika kamu adalah pengguna komputer desktop (PC Desktop), maka sudah saatnya kamu merakit PC dengan menjual komponen lama kamu, lalu membeli dan memasang komponen baru lagi, pastikan komponen yang digunakan sudah terbaru agar bisa mendapatkan dukungan jangka panjang dan kinerja yang lebih baik.

Sebelum merakit PC, pastikan bahwa kamu terhubung dengan akun Microsoft terlebih dahulu agar lisensinya bisa ditautkan secara otomatis, agar lisensi bisa diaktivasi ulang ketika kamu mengganti perangkatmu secara signifikan, termasuk setelah kamu merakit PC barumu. Jangan pernah menonaktifkan lisensi digital Windows kamu dan menghapus kunci produknya dengan alasan apa pun!

Lalu, bagaimana dengan aktivasinya?

Jika kamu membeli laptop baru dengan Windows 11 sebagai sistem operasi bawaan, biasanya kamu tidak perlu aktivasi lagi, yang artinya kamu mendapatkan lisensi tersebut secara gratis.

Sedangkan jika kamu adalah pengguna komputer desktop, maka kamu perlu mentransfer dan mengaktivasi ulang Windows 10 di perangkat barumu dengan mengikuti halaman ini, baca di dalam bagian “Reactivate Windows 10 after a hardware change” dan klik pada “If you have a digital license, run the Activation troubleshooter.” untuk mengetahui caranya.

Pastikan kamu menggunakan akun Microsoft yang sama dengan yang ada di perangkat lamamu sebelum aktivasi ulang, terutama jika kamu habis instal ulang Windows dan kalau bisa pastikan kalau perangkat lama kamu masih aktif dan belum dihapus, karena transfer lisensi terkadang tidak akan bekerja kalau data-data di perangkat lama kamu terhapus.

Setelah berhasil diaktivasi ulang, baru kamu upgrade ke Windows 11.

Solusi ke-2: Gunakan sistem operasi lain

Ini adalah solusi yang paling realistis jika perangkat kamu tidak memenuhi syarat untuk menggunakannya, tapi gak mau keamanan perangkatmu berkurang dan kamu tidak mau perangkat lunak sehari-harimu (terutama peramban web) tertinggal karena masa dukungan Windows 10 yang sudah habis, yakni dengan menggunakan sistem operasi lain.

Sistem operasi lain yang dapat Anda coba adalah GNU/Linux, ChromeOS Flex atau FydeOS. Sistem operasi GNU/Linux memiliki banyak sekali distribusi, salah satu contoh yang paling terkenal adalah Ubuntu, Linux Mint, Zorin OS, elementaryOS, dll.

Distribusi GNU/Linux yang saya rekomendasikan salah satunya adalah Linux Mint, kenapa? Karena selain mudah digunakan, pengalaman yang baik karena mirip dengan Windows dan banyak fitur, Linux Mint itu merupakan salah satu distribusi yang stabil dan semuanya sudah out of the box.

Karena Linux Mint berbasis Ubuntu LTS yang populer, maka kamu bisa menggunakan komunitas Ubuntu juga kalau kamu perlu bantuan, tapi komunitas Linux Mint terutama forum internasionalnya itu juga sangat aktif. Selain Linux Mint, ada juga Zorin OS yang tampilannya lebih bagus dan fiturnya lumayan lengkap.

Semua distribusi yang saya sebut di atas menggunakan rilisan stabil, yang mana sebagian besar aplikasi mungkin menggunakan versi yang lebih lama karena lebih jarang diperbarui, kecuali jika distribusi tersebut mengalami peningkatan versi.

Mau distribusi umum yang selalu up-to-date atau yang semua aplikasinya bisa menggunakan versi terbaru? Ada CachyOS yang bisa dibuat gaming juga, dan ini berbasiskan Arch Linux, sehingga menggunakan rilisan bergulir. Atau mau terfokus pada gaming saja? Ada Bazzite yang memang dikhususkan untuk gaming, walau bisa untuk umum tapi ya fokus mereka memang ke situ.

Gak mau pake GNU/Linux? Kamu bisa pakai ChromeOS Flex dari Google, FydeOS atau pakai Apple macOS sekalian yang perlu beli perangkat baru juga ujung-ujungnya kalau mau aman.

Risiko menggunakan sistem operasi lain

Menggunakan sistem operasi lain bukanlah tanpa kekurangan dan risiko, dengan menggunakan sistem operasi lain artinya kamu harus siap dengan perbedaan antarmuka, pengalaman penggunaan, dukungan driver dan dukungan perangkat lunak yang berbeda ketimbang saat kamu menggunakan Windows untuk sehari-hari.

Seperti Microsoft Office yang sehari-hari kamu pakai yang tidak bisa, driver tertentu tidak tersedia di sistem operasi baru, dll, sehingga mungkin mempengaruhi kesanggupan sistem operasi dalam mengoperasikan perangkatmu atau komponennya, serta produktivitasmu dalam menggunakannya.

Ini artinya, kamu harus siap beradaptasi dengan sistem operasi baru kamu dan segala perangkat lunaknya, antarmuka dan pengalamannya yang berbeda ketimbang saat kamu menggunakan Windows 10.

Jika kamu tidak sanggup beradaptasi dengan sistem operasi lain, maka solusi ini tidak cocok untuk kamu.

Solusi ke-3: Tetap pakai Windows 10

Kamu tetap bisa memakai Windows 10, bahkan setelah masa dukungan telah berakhir. Secara kompatibilitas perangkat lunak dan gim tertentu, ini lebih baik, seperti Valorant yang masih tidak meminta TPM 2.0 dan Secure Boot agar dapat dimainkan ketika penggunanya tetap menggunakan Windows 10.

Tapi kamu tidak akan mendapatkan pembaruan apa pun setelah masa dukungan telah berakhir (Mungkin Windows Defender dan Microsoft Edge dikecualikan, entahlah).

Selain itu, mungkin beberapa perangkat lunak lain akan meninggalkan dukungan utamanya terhadap Windows 10 jauh atau tidak jauh setelah masa dukungannya telah berakhir, sehingga kamu tidak akan mendapatkan pembaruan dari perangkat lunak tersebut, kecuali kalau kamu menggunakan versi perusahaan atau kanal jangka panjangnya.

Jadi kamu harus siap dengan segala ketertinggalan yang ada, termasuk celah keamanan yang menanti dan juga kamu mungkin perlu mempersiapkan perangkat lunak Antivirus pihak ketiga sebagai keamanan tambahan untuk perangkat kamu kalau sewaktu-waktu Windows Defender tidak mendapatkan pembaruan lagi.

Tapi mengingat Windows 10 masih sangat populer, maka kecil kemungkinan pengembang perangkat lunak lain bakal meninggalkan dukungannya terhadap sistem operasi tersebut. Maka dari itu, saya sarankan untuk tetap menggunakan Windows 10 seperti biasanya.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu gunakan pemblokir iklan atau ekstensi uBlock Origin di peramban web kamu agar kamu bisa berselancar dengan aman, tapi nonaktifkan pemblokirnya jika kamu ingin mendukung para pembuat konten tersebut di internet.

Solusi ke-4: Tetap pakai Windows 10, tapi aktifkan ESU (disarankan)

Sama seperti solusi ke-3, kamu tetap bisa gunakan Windows 10, tapi kamu harus mengaktifkan program ESU (Extended Security Updates) di Windows kamu.

Konsekuensinya mirip dengan solusi ke-3, yakni beberapa perangkat lunak lain mungkin akan meninggalkan dukungan utamanya terhadap Windows 10 jauh atau tidak jauh setelah masa dukungan Windows 10-nya berakhir.

Sehingga perangkat lunak tersebut tidak lagi mendapatkan pembaruan, kecuali kalau kamu menggunakan kanal jangka panjang dari perangkat lunak tersebut, yang itu pun pembaruan yang ada hanya pembaruan keamanan dan perbaikan kutu saja.

Tapi karena Windows 10 masih sangat populer, maka kecil kemungkinan pengembang perangkat lunak akan meninggalkan dukungan utamanya terhadap Windows 10. Sehingga disarankan untuk tetap menggunakan Windows 10, tapi aktifkan program ESU-nya, seperti yang dibahas pada solusi ini.

Bedanya solusi ini dengan solusi sebelumnya adalah bahwa kamu masih bisa mendapatkan pembaruan dari Microsoft sampai 3 tahun setelah masa dukungannya berakhir, yakni sampai tahun 2028, sehingga jika masa dukungan Windows 10 kamu habis maka kamu tetap mendapatkan pembaruan dari Microsoft melalui Windows Update, termasuk pembaruan Windows Defender juga. Sedangkan solusi sebelumnya tidak sama sekali.

Program ESU ini secara resmi berbayar dan kalau kamu mau membelinya, silakan pelajari di sini untuk pengguna rumahan atau di sini untuk pengguna korporat.

Tapi kamu bisa dapatkan itu secara gratis dan legal dengan menautkan akun Microsoft Anda, lalu sinkronisasikan pengaturan PC Anda atau tukarkan 1.000 poin Microsoft Rewards Anda jika tidak ingin mensinkronisasikan pengaturan PC-nya, tapi itu semua hanya menambah dukungan selama 1 tahun saja, belum tentu dapat ditambah lagi.

Bagaimana kalau ingin menambahkan masa dukungan selama 3 tahun secara gratis? Ya bisa saja, tapi dengan menjalankan ‘aplikasi’ tambahan.

Apakah cara ini aman? Kalau ‘aman’ yang dimaksud adalah aman dari malware dan virus, ya tentu saja ini aman.

Tapi, apakah ini legal? Oh, tentu saja tidak!, makanya saya letakkan ini di akhir-akhir.

Sanggahan dan Peringatan:

Cara yang saya lontarkan di bawah ini merupakan sepenuhnya illegal, sehingga jika kamu melakukannya, maka kamu bisa saja berisiko melanggar aturan hukum yang berlaku.

Meski Microsoft tidak terlalu peduli dengan hal ini, terutama untuk pengguna rumahan dan usaha kecil. Tapi risiko seperti tuntutan hukum atau terkena razia dari pihak auditor akan tetap ada, apalagi jika Anda melakukan itu di lingkungan perusahaan atau kelembagaan (seperti lembaga pemerintah, dll).

Jadi, segala risiko apa pun yang akan Anda hadapi ke depan setelah mengikuti cara di bawah ini, silakan tanggung sendiri.

Untuk mengaktifkan program ESU 3 tahun secara gratis, maka kamu perlu menggunakan Microsoft Activation Scripts (MAS) dari Massgrave untuk itu, silakan ikuti instruksi yang ada di sana untuk membuka skripnya.

Setelah skripnya berhasil dibuka, pastikan kamu pilih TSforge, lalu pilih Activate - ESU agar dapat mengaktifkan ESU.

Seperti inilah caranya mengaktifkan program ESU di dalam Windows 10. Tentu saja cara tersebut merupakan cara yang illegal, jika kamu merasa tidak sanggup menghadapi risiko legalitas, maka kamu harus bersedia untuk membayar program ESU atau rela hanya diberikan 1 tahun masa dukungan tambahan jika ingin memakai jalur legal.

Solusi ke-5: Pakai Windows 10 (IoT) Enterprise LTSC 2021

Sanggahan dan Peringatan:

Solusi yang saya lontarkan di bawah ini merupakan sepenuhnya illegal, karena:

  • Anda pengguna rumahan yang menggunakan edisi yang tidak peruntukkannya, seperti Enterprise
  • Solusi ini menggunakan aktivator untuk aktivasi, yang mana ini merupakan cara aktivasi yang tidak resmi dan illegal

Sehingga jika kamu melakukannya, maka kamu bisa saja berisiko melanggar aturan hukum yang berlaku, kecuali jika Anda membelinya menggunakan jalur yang resmi.

Meski Microsoft tidak terlalu peduli soal ini, terutama untuk pengguna rumahan dan usaha kecil. Tapi risiko seperti tuntutan hukum atau terkena razia dari pihak auditor akan tetap ada, terutama jika Anda melakukan itu di lingkungan perusahaan atau kelembagaan (seperti lembaga pemerintah, dll).

Jadi, segala risiko apa pun yang akan Anda hadapi ke depan setelah mengikuti cara di bawah ini, silakan tanggung sendiri.

Kamu bisa pakai Windows 10 (IoT) Enterprise LTSC 2021 untuk tetap menggunakan Windows 10, tapi dengan masa dukungan yang jauh lebih panjang, masing-masing masa dukungannya sebagai berikut:

  • Windows 10 Enterprise LTSC 2021 sampai 12 Januari 2027
  • Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 sampai 13 Januari 2032

Sebenarnya ini adalah solusi bagi pihak perusahaan yang masih ingin menggunakan Windows 10 karena alasan kompatibilitas dan stabilitas sistem mereka, tentunya mereka harus membeli lisensinya secara resmi dari Microsoft (atau melalui distributor resminya).

Sedangkan jika kamu pengguna rumahan ingin menggunakan ini, ya bisa, karena secara biner sama seperti Windows 10 pada umumnya, bahkan kalau kamu pakai IoT sekali pun.

Jadi kalau kamu mau, gunakan Windows 10 IoT Enterprise LTSC saja sekalian yang masa dukungannya paling panjang ketimbang Windows 10 Enterprise LTSC.

Konsekuensi dan risiko

Konsekuensi dan risiko kamu menggunakan ini sama seperti yang ada pada solusi ke-3, bedanya versi LTSC ini masih tetap dapat pembaruan dari Microsoft dengan masa dukungan yang sangat panjang.

Hanya saja ini bukan jaminan bahwa beberapa perangkat lunak lain tidak akan meninggalkan dukungannya terhadap Windows 10 setelah masa dukungan versi biasanya/GAC (General Availability Channel) berakhir, karena kebanyakan dari mereka tidak mengikuti kanal LTSC ini dalam pengembangannya.

Jadi kalau kamu menggunakan LTSC, tapi masa dukungan Windows 10 versi biasa/GAC-nya berakhir, maka kemungkinan dukungan perangkat lunak lain juga akan berakhir, jauh atau tidak jauh setelahnya.

Kalau berakhir, ujung-ujungnya tetap saja kamu harus siap dengan segala ketertinggalan yang ada, termasuk celah keamanan yang menanti, kecuali kalau kamu menggunakan versi perusahaan atau kanal jangka panjang dari perangkat lunak tersebut, yang itu pun pembaruan yang ada hanya pembaruan keamanan dan perbaikan kutu saja.

Tapi mengingat Windows 10 masih sangat populer, maka kecil kemungkinan pengembang perangkat lunak bakal meninggalkan dukungannya.

Itu belum lagi sama kemungkinan perangkat lunak tertentu yang tidak mendukung versi LTSC dari Windows 10 ini. Jadi jika Anda ingin menetap di Windows 10 tanpa terkena masalah kompatibilitas perangkat lunak, maka saran saya gunakan solusi ke-4 terlebih dahulu, baru ikuti solusi ini jika masa dukungannya benar-benar berakhir, yakni tahun 2028.

Mengunduh dan melakukan in-place upgrade

Tautan untuk mengunduh berkas ISO

Anda dapat mengunduh berkas ISO-nya dengan tautan di bawah ini, semua berkas ISO di sini resmi dari Microsoft yang diunduh dari My Visual Studio (MVS).

  • Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 x64: (cocok bagi yang ingin instal ulang)

    • Nama Berkas: en-us_windows_10_iot_enterprise_ltsc_2021_x64_dvd_257ad90f.iso
    • Ukuran Berkas: 4626,91 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: 2463b19beac328290e6a8adcedb7533a
      • SHA1: 76c3c10e38307d29fd8b4748522ed144dba35829
      • SHA256: a0334f31ea7a3e6932b9ad7206608248f0bd40698bfb8fc65f14fc5e4976c160
    • Tautan: Buzzheavier
  • Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 ARM64: (cocok buat pengguna ARM64)

    • Nama Berkas: en-us_windows_10_iot_enterprise_ltsc_2021_arm64_dvd_e8d4fc46.iso
    • Ukuran Berkas: 4225,23 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: 4fb9dc5b4b872110f2be17c35fbd843b
      • SHA1: 54822de5035ed87c1982db9dcd924083de599ca1
      • SHA256: d265df49b30a1477d010c79185a7bc88591a1be4b3eb690c994bed828ea17c00
    • Tautan: Buzzheavier
  • Windows 10 Enterprise LTSC 2021: (disarankan bagi yang ingin melakukan in-place upgrade)

Kamu bisa saja memakainya dengan melakukan instal ulang atau instal bersih (clean install), tapi di sini saya akan bahas tentang caranya melakukan in-place upgrade ke Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021, yang mana ini tidak akan menghilangkan atau menghapus data dan aplikasi apa pun, karena kalau cuma instal bersih semua orang pasti tahu caranya.

Cara in-place upgrade-nya berikut di bawah ini:

  1. Unduh berkas ISO Windows 10 Enterprise LTSC dengan arsitektur dan bahasa Windows yang sesuai dengan yang terinstal di sistem kamu yang tautannya berada di atas, silakan cek terlebih dahulu menggunakan cara berikut sebelum mengunduh:

    • Untuk mengecek bahasa Windows yang terinstal, kamu perlu buka PowerShell sebagai Administrator, lalu eksekusi perintah: dism /english /online /get-intl | find /i "Default system UI language"
    • Masih di dalam PowerShell, untuk mengecek arsitektur yang terinstal, eksekusi perintah: Get-CimInstance -Class Win32_OperatingSystem | select OSArchitecture | Format-List
  2. Klik kanan pada berkas ISO yang diunduh, lalu ke “Open With” -> Windows Explorer

  3. Drive DVD baru akan muncul di Windows Explorer, yang berarti image instalasi telah berhasil dipasang.

  4. Buka Command Prompt sebagai Administrator, lalu eksekusikan perintah berikut:

reg add "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion" /v EditionID /d IoTEnterpriseS /f
  1. Buka DVD drive itu, lalu jalankan setup.exe, lanjutkan terus sampai selesai dan pastikan bahwa kamu tidak mencentang yang berkaitan dengan “Download updates” atau apalah itu yang biasanya agak tersembunyi biar supaya lebih cepat
  2. Pastikan ada tulisan “Keep personal files and apps” pada layar terakhir. Kemudian kamu dapat melanjutkan prosesnya sampai akhir

Sepertinya itu saja cara melakukan in-place upgrade-nya, Windows akan me-restart komputermu secara otomatis selama beberapa kali dalam prosesnya, tunggu saja sampai selesai.

Tapi kalau kamu mau instal bersih Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 dengan bahasa yang berbeda, karena berkas ISO-nya cuma tersedia dalam bahasa Inggris AS maka gunakan berkas ISO Windows 10 Enterprise LTSC dengan bahasa yang kamu pilih untuk instal.

Lalu setelah instalasi selesai, masukkan kunci produk QPM6N-7J2WJ-P88HH-P3YRH-YY74H untuk beralih ke Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021, tapi itu tidak akan mengaktifkan Windows-nya, karena itu merupakan kunci produk generik yang bukan ditujukan untuk aktivasi, bagian itu akan saya bahas di bagian selanjutnya.

Aktivasi Windows

Setelah sukses melakukan in-place upgrade, habis instal bersih atau mengganti edisinya menjadi Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021, maka Windows-nya belum aktif, ya itu wajar saja karena kamu melakukan peralihan ke Windows 10 IoT Enterprise LTSC yang mana itu beda lisensinya, maka dari itu kamu perlu melakukan aktivasi.

Untuk melakukan itu secara gratis, Anda perlu menggunakan Microsoft Activation Scripts (MAS) dari Massgrave untuk itu, silakan ikuti instruksi yang ada di sana untuk membuka skripnya.

Setelah skripnya berhasil dibuka, pastikan kamu pilih HWID agar dapat mengaktifkan Windows.

Jika Windows-nya sudah aktif dengan cara di atas, maka kamu bisa menautkan lisensi Windows tersebut dengan akun Microsoft kamu, artinya kamu punya lisensi digital atas Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 kamu.

Hal itu tidak mungkin dilakukan jika kamu menggunakan aktivator macam KMSpico yang ketinggalan jaman itu, karena pengembangnya sudah sangat lama tidak mengembangkannya kembali.

Seperti inilah cara melakukan in-place upgrade ke Windows 10 IoT Enterprise LTSC 2021 dan cara mengaktifkannya. Tentu saja solusi ini jelas illegal, jadi kalau kamu merasa tidak sanggup menghadapi risiko legalitas, maka solusi ini jelas bukan buat kamu.

Paksa pakai Windows 11

Sebuah opsi yang memungkinkan untuk memaksakan diri menggunakan Windows 11 di perangkat yang tidak memenuhi syarat dalam menggunakan Windows 11 biasa. Dengan begini, Anda dapat menghindari ketertinggalan versi perangkat lunak lain yang jauh atau tidak jauh setelah masa dukungan Windows 10 telah berakhir.

Namun, dengan ini juga, maka perangkat lunak dan gim tertentu, terutama yang mewajibkan syarat minimum Windows 11 biasa seperti TPM 2.0 dan Secure Boot itu tidak dapat dijalankan. Contohnya Valorant yang mensyaratkan TPM 2.0 dan Secure Boot agar dapat dimainkan oleh pengguna Windows 11, sedangkan pengguna Windows 10 masih bisa memainkannya tanpa perlu memenuhi kedua syarat itu.

Jadi kalau memaksa pakai Windows 11, maka Anda harus siap dengan konsekuensi yang akan dihadapi ke depannya, seperti masalah kompatibilitas perangkat lunak dan driver perangkat keras yang akan Anda hadapi ke depannya.

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan untuk paksa pakai Windows 11, yakni sebagai berikut:

Solusi ke-6: Bypass (hampir) semua persyaratan minimal Windows 11

Kamu dapat menginstal/maksa pakai Windows 11 dengan mem-bypass hampir semua persyaratan minimal Windows 11, termasuk TPM 2.0, RAM >= 4 GB, Secure Boot dan UEFI.

Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan, seperti membuat bootable dengan Rufus yang memiliki fitur tersebut atau menggunakan penghasil berkas autounattended.xml yang berkas tersebut diletakkan ke dalam root drive dari media bootable (misalnya: E:\) atau ke dalam ISO Windows.

Selain itu, ada juga beberapa cara lainnya dari Windows 11 Forum yang dapat Anda baca di sini.

Dengan ini, kamu tetap dapat meng-upgrade sistem operasimu ke Windows 11 tanpa harus memenuhi syarat minimal, tapi bukan berarti tanpa konsekuensi apa pun. Selain kompatibilitas dengan perangkat lunak dan gim tertentu, konsekuensinya adalah bisa jadi ke depannya kamu tidak akan mendapatkan pembaruan fitur (Feature update) karena perangkatmu tidak memenuhi syarat untuk menginstal Windows 11 itu sendiri, tapi pembaruan kumulatif (Cumulative update) masih bisa kamu dapatkan setiap bulannya.

Solusi ke-7: Pakai Windows 11 IoT Enterprise 25H2/LTSC 2024

Sanggahan dan Peringatan:

Solusi yang saya lontarkan di bawah ini merupakan sepenuhnya illegal, karena:

  • Anda pengguna rumahan yang menggunakan edisi yang tidak peruntukkannya, seperti Enterprise
  • Solusi ini menggunakan aktivator untuk aktivasi, yang mana ini merupakan cara aktivasi yang tidak resmi dan illegal

Sehingga jika kamu melakukannya, maka kamu bisa saja berisiko melanggar aturan hukum yang berlaku, kecuali jika Anda membelinya menggunakan jalur yang resmi.

Meski Microsoft tidak terlalu peduli soal ini, terutama untuk pengguna rumahan dan usaha kecil. Tapi risiko seperti tuntutan hukum atau terkena razia dari pihak auditor akan tetap ada, terutama jika Anda melakukan itu di lingkungan perusahaan atau kelembagaan (seperti lembaga pemerintah, dll).

Jadi, segala risiko apa pun yang akan Anda hadapi ke depan setelah mengikuti cara di bawah ini, silakan tanggung sendiri.

Kamu bisa memakai Windows 11 IoT Enterprise yang secara resmi mereka tidak mensyaratkan TPM 2.0, UEFI dan Secure Boot sejak tahun 2024 yang lalu, serta tidak adanya pemblokiran CPU atau prosesor tertentu sehingga kamu dapat menggunakan Windows 11 tanpa harus bypass ini-itu yang berakibat pada tidak dapatnya pembaruan fitur atau malah bisa jadi Microsoft memblokir pembaruan hanya karena perangkatnya tidak didukung oleh Windows 11 versi biasa.

Sebenarnya ini adalah sebuah edisi sistem operasi yang ditujukan untuk perusahaan yang berkaitan dengan IoT (Internet of Things), tapi secara biner mereka sama dengan Windows edisi biasanya, sehingga tidak ada kompatibilitas perangkat lunak yang dikorbankan hanya karena dia ‘IoT’.

Jadi, kalau kamu adalah pengguna rumahan yang ingin menggunakannya, maka bisa-bisa saja dan kamu tetap bisa menjalankan aplikasi kamu sehari-hari seperti biasanya kalau kamu menggunakan sistem operasi tersebut.

Ada 2 jenis edisi yang dapat Anda coba salah satunya, yakni Windows 11 IoT Enterprise 25H2 (GAC) dan Windows 11 IoT Enterprise LTSC 2024 yang masing-masing dari mereka memiliki perbedaan.

Apa itu LTSC? Apa bedanya? Dan, apakah cocok untuk saya?

tl;dr: Jika kamu tidak yakin, saran saya jauhi LTSC dan pilihlah kanal biasa beserta edisinya, kecuali jika Anda ingin menggunakan Windows lama dengan waktu yang lebih lama, misalnya Windows 10, tapi konsekuensi seperti ditinggal dukungan oleh perangkat lunak tetap berlaku dan silakan tanggung sendiri.

Microsoft merilis Windows dengan 2 kanal layanan yang berbeda, yakni sebagai berikut:

  1. GAC (General Availability Channel)

    • Ini adalah kanal umum dari Windows untuk konsumen umum, yang bisa kamu sebut sebagai “Windows biasa”
    • Bisa ditujukan untuk semua orang dan golongan, termasuk pengguna rumahan, institusi, organisasi atau bahkan perusahaan (tergantung edisi)
    • Contoh edisi yang ada di dalam kanal ini adalah: Home, Home Single Language, Pro, Pro for Workstation, Enterprise, IoT Enterprise dan Education
    • Biasanya sudah termasuk Microsoft Store dan kebanyakan aplikasi UWP lainnya
    • Masa dukungan maksimum dalam build yang sama adalah 2 tahun untuk edisi konsumen atau 3 tahun untuk edisi perusahaan
    • Harus menginstal pembaruan fitur (Feature update) untuk memperpanjang masa dukungan, bisa diinstal melalui Windows Update
    • Ini adalah kanal layanan utama, yang mana perangkat lunak dan gim lain biasanya mengikuti kanal ini dalam pengembangannya
  2. LTSC (Long-term Servicing Channel)

    • Ini adalah kanal jangka panjang dari Windows (mungkin istilah ini berlaku untuk perangkat lunak lain, seperti Microsoft Office), sebelumnya dikenal sebagai LTSB (Long-term Servicing Branch)
    • Kanal ini dirancang untuk perangkat yang fungsionalitas dan fiturnya harus tetap konstan dari waktu ke waktu, seperti sistem medis, perangkat pengontrol industri, mesin ATM, mesin kasir dan perangkat kontrol lalu lintas udara
    • Sudah jelas kalau kanal ini ditujukan untuk institusi, organisasi atau perusahaan dengan kebutuhan khusus
    • Contoh edisi yang ada di dalam kanal ini adalah: Enterprise LTSC dan IoT Enterprise LTSC
    • Tidak termasuk Microsoft Store dan tidak memiliki sebagian besar aplikasi UWP bawaan (Catatan: Jika kamu instal bersih)
    • Masa dukungan maksimum dalam build yang sama adalah 5 tahun untuk Enterprise LTSC atau 10 tahun untuk IoT Enterprise LTSC
    • Build terbaru dari kanal ini dirilis 3-4 tahun sekali dan kamu tidak bisa memperbaruinya melalui Windows Update, seperti halnya kamu melakukan pembaruan fitur (Feature update) di dalam kanal GAC
    • Ini bukanlah kanal layanan utama, yang mana perangkat lunak dan gim lain tidak mengikuti kanal ini. Sebagai contoh, peramban web dan gim mungkin tidak akan memberikan masa dukungan dari 5 sampai 10 tahun di dalam build Windows yang sama, kecuali mereka menyediakan kanal jangka panjangnya yang itu pun hanya mencakup pembaruan perbaikan saja

Alasan menggunakan LTSC:

  • Kamu tidak suka terhadap pembaruan fitur tahunan Windows
  • Kamu tidak menyukai aplikasi UWP (atau dari Microsoft Store) yang terinstal bawaan
  • Kamu menginginkan Windows yang ringan, tapi resmi dari Microsoft tanpa modifikasi macam AtlasOS, ReviOS, dll (Catatan: Hanya berlaku jika kamu instal bersih)
  • Kamu menginginkan dukungan pembaruan yang lebih panjang pada Windows, termasuk pada Windows lama (seperti Windows 10)

Alasan tidak menggunakan LTSC:

  • Seperti yang dijelaskan di atas, gim dan perangkat lunak lain mungkin tidak mendukung LTSC ini setelah build yang sama mencapai akhir masa pakainya di GAC, kecuali perangkat lunak tersebut memiliki kanal jangka panjangnya yang itu pun hanya pembaruan perbaikan saja
  • Jika kamu instal bersih dengan LTSC, maka beberapa gim mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya, untuk itu kamu perlu menginstal Microsoft Store dan aplikasi Xbox secara manual
  • Jika Anda menggunakan perangkat keras baru, maka dikhawatirkan perangkat keras tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh build LTSC yang sudah berumur 2-3 tahun (versi baru LTSC dirilis setiap 3 tahun sekali)
  • Anda mungkin akan melewatkan fitur-fitur baru yang ditambahkan di GAC yang tidak tersedia di LTSC

Salah paham mengenai LTSC:

  • LTSC itu cepat

    Lebih tepat kalau disebut ’lebih ringan’, karena penggunaan RAM yang lebih sedikit. Kenapa? Karena tidak banyak aplikasi UWP yang berjalan di latar belakang dan juga aplikasi UWP itu sendiri. Ini hanya berlaku jika Anda menginstal bersih Windows dengan kanal LTSC, kalau memilih in-place upgrade dari kanal GAC maka jatuhnya ya sama saja.

    Kamu bisa mendapatkan hasil yang kurang lebih sama di kanal GAC secara penggunaan RAM dengan mematikan aplikasi di latar belakang dan aplikasi start-up, lalu restart komputernya setelah itu untuk merasakan perbedaannya

  • LTSC itu mengutamakan privasi

    Sayangnya tidak juga, sama saja dengan edisi Windows lain. Hanya saja untuk edisi perusahaan (Enterprise) dari Windows (termasuk LTSC), kamu benar-benar sepenuhnya bisa menonaktifkan telemetrinya cukup menggunakan Group Policy Editor saja

Yang jelas, IoT Enterprise LTSC ini memiliki masa dukungan yang paling panjang ketimbang LTSC biasa, yakni sampai 10 Oktober 2034. Selain itu, untuk versi LTSC-nya ini memiliki persyaratan RAM minimum yang tergolong ringan, yakni sebesar 2 GB, sedangkan kanal GAC-nya minimum 4 GB.

Mengunduh dan melakukan in-place upgrade

Tautan untuk mengunduh berkas ISO (Kanal GAC)

Anda dapat mengunduh berkas ISO Windows IoT Enterprise kanal GAC dengan tautan di bawah ini, semua berkas ISO di sini resmi dari Microsoft yang diunduh dari My Visual Studio (MVS).

  • Windows 11 IoT Enterprise 25H2 x64: (cocok bagi yang ingin instal ulang)

    • Nama Berkas:
      • en-us_windows_11_iot_enterprise_version_25h2_x64_dvd_67098cd6.iso (Utama)
      • X24-12902_26200.6584.250915-1905.25h2_ge_release_svc_refresh_CLIENTENTERPRISE_OEM_x64FRE_en-us.iso
    • Ukuran Berkas: 7318,01 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: 7ee34c0eaa7dc81c502de12d4a4a0345
      • SHA1: 0324d02aa88df64c159e6479f30cbc0a18952e14
      • SHA256: 2717211095e362c8005ae1ed36be771f27f2031545b065be1718b6fe717b6b12
    • Tautan: Buzzheavier
  • Windows 11 IoT Enterprise 25H2 x64 ARM64: (cocok buat pengguna ARM64)

    • Nama Berkas
      • en-us_windows_11_iot_enterprise_version_25h2_arm64_dvd_59e0d737.iso (Utama)
      • X24-12903_26200.6584.250915-1905.25h2_ge_release_svc_refresh_CLIENTENTERPRISE_OEM_A64FRE_en-us.iso
    • Ukuran Berkas: 7241,80 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: 67936bd7e33134d2f87b7861ceb3e898
      • SHA1: 15f42dab2135b60649b21e4baa4e0719b899d2a0
      • SHA256: de28a746bad8879b680aaf6a2e2993bf80aaad23904e0acc449815ada5c90107
    • Tautan: Buzzheavier
  • Windows 11 25H2 - Pembaruan Juli 2026 (26200.8875): (disarankan bagi yang ingin melakukan in-place upgrade)

  • Windows 11 25H2 RTM (26200.6584): (disarankan bagi yang ingin menggunakan versi pembaruan yang agak lama)

Tautan untuk mengunduh berkas ISO (Kanal LTSC)

Anda dapat mengunduh berkas ISO Windows IoT Enterprise kanal LTSC dengan tautan di bawah ini, semua berkas ISO di sini resmi dari Microsoft yang diunduh dari My Visual Studio (MVS).

  • Windows 11 IoT Enterprise LTSC 2024 x64: (cocok bagi yang ingin instal ulang)

    • Nama Berkas:
      • en-us_windows_11_iot_enterprise_ltsc_2024_x64_dvd_f6b14814.iso (Utama)
      • X23-81951_26100.1742.240906-0331.ge_release_svc_refresh_CLIENT_ENTERPRISES_OEM_x64FRE_en-us.iso
    • Ukuran Berkas: 4906,48 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: 66608a96a4f2d73b4a1d054e76e6eae4
      • SHA1: d5dd0a493b6a9c92f7f2a54bb2fb2544587a15fd
      • SHA256: 4f59662a96fc1da48c1b415d6c369d08af55ddd64e8f1c84e0166d9e50405d7a
    • Tautan: Buzzheavier | Microsoft OEM Portal (unduh langsung, disarankan) | os.click
    • Catatan: Khusus tautan OEM Portal, nama berkas untuk unduhannya akan berbeda. Jadi harap ganti nama berkas tersebut menjadi nama berkas yang ada di sini sebelum mengunduh agar lebih mudah dibuka setelah mengunduh. Jangan khawatir, itu merupakan berkas yang sama, beda di tautan unduhan dan nama berkasnya saja
  • Windows 11 IoT Enterprise LTSC 2024 ARM64: (cocok buat pengguna ARM64)

    • Nama Berkas:
      • en-us_windows_11_iot_enterprise_ltsc_2024_arm64_dvd_ec517836.iso (Utama)
      • X23-81950_26100.1742.240906-0331.ge_release_svc_refresh_CLIENT_ENTERPRISES_OEM_A64FRE_en-us.iso
    • Ukuran Berkas: 4884,20 MB
    • Hash: (Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi: Files RG-Adguard, MVS Dump atau MVS)
      • MD5: d5c60d16df2708369e98059f0e15ee94
      • SHA1: 5811aca5f0dd3a6c260e1c9e2315334b10888e46
      • SHA256: f8f068cdc90c894a55d8c8530db7c193234ba57bb11d33b71383839ac41246b4
    • Tautan: Buzzheavier
  • Windows 11 Enterprise LTSC 2024: (disarankan bagi yang ingin melakukan in-place upgrade)

Kamu bisa saja memakainya dengan melakukan instal ulang atau instal bersih (clean install), tapi di sini saya akan bahas tentang caranya melakukan in-place upgrade ke Windows 11 IoT Enterprise, yang mana ini tidak akan menghilangkan atau menghapus data dan aplikasi apa pun, karena kalau cuma instal bersih semua orang pasti tahu caranya.

Cara in-place upgrade-nya berikut di bawah ini:

  1. Unduh berkas ISO Windows 11 biasa (untuk ke Windows 11 IoT Enterprise 25H2) atau Windows 11 Enterprise LTSC (untuk ke Windows 11 IoT Enterprise LTSC 2024) dengan arsitektur dan bahasa Windows yang sesuai dengan yang terinstal di sistem kamu yang tautannya berada di atas, silakan cek terlebih dahulu menggunakan cara berikut sebelum mengunduh:

    • Untuk mengecek bahasa Windows yang terinstal, kamu perlu buka PowerShell sebagai Administrator, lalu eksekusi perintah: dism /english /online /get-intl | find /i "Default system UI language"
    • Masih di dalam PowerShell, untuk mengecek arsitektur yang terinstal, eksekusi perintah: Get-CimInstance -Class Win32_OperatingSystem | select OSArchitecture | Format-List
  2. Klik kanan pada berkas ISO yang diunduh, lalu ke “Open With” -> Windows Explorer

  3. Drive DVD baru akan muncul di Windows Explorer, yang berarti image instalasi telah berhasil dipasang.

  4. Buka Command Prompt sebagai Administrator, lalu eksekusikan perintah berikut untuk melakukan in-place upgrade ke Windows 11 IoT Enterprise 25H2:

reg add "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion" /v EditionID /d IoTEnterprise /f

Atau, berikut kalau mau ke kanal LTSC-nya:

reg add "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion" /v EditionID /d IoTEnterpriseS /f
  1. Buka DVD drive itu, lalu jalankan setup.exe, lanjutkan terus sampai selesai dan pastikan bahwa kamu tidak mencentang yang berkaitan dengan “Download updates” atau apalah itu yang biasanya agak tersembunyi biar supaya lebih cepat
  2. Pastikan ada tulisan “Keep personal files and apps” pada layar terakhir. Kemudian kamu dapat melanjutkan prosesnya sampai akhir

Sepertinya itu saja cara melakukan in-place upgrade-nya, Windows akan me-restart komputermu secara otomatis selama beberapa kali dalam prosesnya, tunggu saja sampai selesai.

Tapi, kalau kamu mau instal bersih Windows 11 IoT Enterprise dengan bahasa yang berbeda, sedangkan berkas ISO-nya (baik GAC maupun LTSC-nya) hanya tersedia dalam bahasa Inggris AS, kamu bisa gunakan berkas ISO Windows 11 biasa untuk kanal GAC atau Windows 11 Enterprise LTSC untuk kanal LTSC dengan bahasa yang kamu pilih untuk instal.

Saat membuat media bootable dengan Rufus, pastikan kamu tidak mencentang atau menggunakan bypass apa pun, karena itu tidak berguna. Setelah dibuatkan bootable-nya dengan Rufus, navigasikan ke folder sources di dalam media bootable yang Anda buat, lalu buatlah sebuah berkas yang bernama PID.txt dengan isi berikut:

Untuk kanal GAC (Windows 11 IoT Enterprise 25H2):

[PID]
Value=XQQYW-NFFMW-XJPBH-K8732-CKFFD

Untuk kanal LTSC (Windows 11 IoT Enterprise LTSC 2024):

[PID]
Value=CGK42-GYN6Y-VD22B-BX98W-J8JXD

Simpan berkasnya, lalu mulai instal bersih Windows-nya, maka secara otomatis Setup Windows akan mengambil edisi IoT Enterprise, jadi kamu tetap bisa menginstal Windows 11 secara resmi meski perangkatmu tidak mendukung tanpa perlu menggunakan fitur bypass dari Rufus.

Aktivasi Windows

Setelah sukses melakukan in-place upgrade atau habis instal bersih, maka Windows-nya belum aktif, ya itu wajar saja karena kamu melakukan peralihan yang mana itu jauh sekali perbedaan lisensinya, maka dari itu kamu perlu melakukan aktivasi.

Untuk melakukan itu secara gratis, Anda perlu menggunakan Microsoft Activation Scripts (MAS) dari Massgrave untuk itu, silakan ikuti instruksi yang ada di sana untuk membuka skripnya.

Setelah skripnya berhasil dibuka, pastikan kamu pilih HWID agar dapat mengaktifkan Windows.

Jika Windows-nya sudah aktif dengan cara di atas, maka kamu bisa menautkan lisensi Windows tersebut dengan akun Microsoft kamu, artinya kamu punya lisensi digital atas Windows 11 kamu.

Seperti inilah cara melakukan in-place upgrade ke Windows 11 IoT Enterprise dan cara mengaktifkannya. Tentu saja solusi ini jelas illegal, jadi kalau kamu merasa tidak sanggup menghadapi risiko legalitas, maka solusi ini jelas bukan buat kamu.

Ya sudah, semua pembahasan di artikel ini sudah selesai, kamu bisa akhiri saja sampai sini jika Anda tidak mempunyai keluhan/pertanyaan apa pun.

Namun, jika Anda memiliki pertanyaan, maka ada baiknya baca terlebih dahulu bagian berikutnya sebelum bertanya, barangkali saja pertanyaan dari pikiran kamu bisa terjawab di sini.

Pertanyaan yang (akan) sering ditanya

Pertanyaan ke-1: Bagaimana jika solusi ke-1 mengenai transfer lisensi ini gagal?

Jawab: Pastikan bahwa perangkat lamamu tidak dipindahtangankan terlebih dahulu ke orang lain ataupun menghapus data-data di perangkat lamanya, termasuk memutuskan hubungan (unlink) akun Microsoft kamu dari perangkat lamamu agar transfer lisensinya berjalan dengan lancar.

Selain itu, gunakan akun Microsoft yang sama dengan akun yang berada di perangkat lamamu, jika akunnya berbeda jelas tidak bisa.

Meski begitu, itu semua bukan jaminan kalau transfer lisensi bakalan berhasil, jadi cara ini tidak terlalu dapat diandalkan meski fitur tersebut didokumentasikan secara resmi, tapi bisa dicoba.

Terkadang fitur transfer lisensi ini sifatnya untung-untungan, kadang bisa kadang tidak. Kalau kamu cukup beruntung, transfer lisensi bisa berhasil dan Windows bisa aktif, bahkan walau data-data di perangkat lama sudah terhapus sepenuhnya.

Kalau masih gagal gimana? Kalau tidak membeli lisensi Windows aslinya, ya kamu bisa aktivasi secara permanen dengan memakai Microsoft Activation Scripts dari Massgrave. Bila sebelumnya kamu pernah membeli lisensi Windows asli, simpan saja bukti pembayaran dan kotak produk Windows-nya bila ada, barangkali suatu saat hal itu sangat diperlukan untuk pembuktian kalau kamu pernah membeli lisensi Windows asli.

Tidak disarankan untuk membeli lisensi dengan harga miring di situs lokapasar (cth. Shopee, Tokopedia, dll) sedangkan harga aslinya mulai dari 2,6jt-an atau lebih untuk edisi yang lebih tinggi.

Pertanyaan ke-2: Apa yang terjadi pada lisensi Windows di perangkat yang lama setelah saya berhasil transfer lisensi ke perangkat baru?

Jawab: Kemungkinan besar tidak terjadi apa-apa, lisensi digital Windows masih tetap aktif di perangkat lama, jadi transfer lisensi di sini tidak memindahkan lisensi Windows, melainkan cuma menyalinkan lisensinya ke perangkat baru.

Pertanyaan ke-3: Mengapa kamu sarankan untuk menggunakan aktivator untuk aktivasi Windows? Padahal lisensi Windows di situs lokapasar (cth. Shopee) sangat murah

Jawab: Karena dengan kamu membeli lisensi tersebut, maka sebagian besar uang yang kamu bayar belum tentu sampai ke Microsoft sepenuhnya, terlebih jenis lisensi yang dijual itu adalah Volume yang mana ini digunakan oleh perusahaan, tidak diperbolehkan digunakan untuk pribadi kalau kamu adalah orang yang menghargai pengembang perangkat lunak.

Biasanya kunci produk yang dijual tersebut didapatkan dari MVS (My Visual Studio) yang sebenarnya untuk tujuan pengujian semata, “impor” kunci produk dari lokapasar luar negeri, atau melakukan pencucian uang dengan membuat perusahaan fiktif, lalu mendaftarkan perusahaan tersebut agar bisa mendapatkan lisensi “Volume” yang jauh lebih murah. Selain itu, ada juga lisensi yang beneran asli, tapi didapatkan dengan cara yang haram, contohnya carding.

Kalau kamu membeli itu, maka artinya kamu telah menyumbangkan sebagian besar uang kamu ke penjual dan uangnya menjadi penggerak buat penjual untuk menipu banyak orang dan kejahatan lainnya, jatuhnya yang kamu lakukan malah jauh lebih parah ketimbang orang yang membajak perangkat lunak itu sendiri.

Jadi kalau kamu gak punya uang buat beli lisensi aslinya, daripada uangnya beli sesuatu yang gak ada manfaatnya seperti itu, lebih baik bajak saja sekalian. Sayangilah uangmu dengan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat, walaupun harganya di bawah Rp10.000,00 juga tetaplah uang.

Okelah, tapi bukannya Windows itu gratis ya? Gak perlu diaktifkan juga bisa dipake meski fiturnya ada yang gak bisa, kenapa harus bajak? Kalau Windows itu gratis, kenapa Microsoft menjual Windows itu sendiri di toko daringnya? Bisa diunduh secara gratis dan dipake gratis seterusnya bukan berarti Windows itu beneran OS gratisan, terlihat dari bagaimana Windows membatasi beberapa fitur karena tidak diaktivasi.

Bahkan di EULA-nya sendiri, di dalam bagian 5. Authorized Software and Activation, pihaknya jelas-jelas mengatakan:

You are authorized to use this software only if you are properly licensed and the software has been properly activated with a genuine product key or by other authorized method.

Artinya kamu diijinkan menggunakan Windows HANYA kalau kamu mengaktifkannya dengan benar dengan kunci produk asli. Kalau gak diaktifkan, ya artinya kamu melanggar EULA ini, terlepas dari apakah Windows-nya bisa digunakan seterusnya atau tidak, itu tidak mengubah fakta yang terjadi.

Sehingga hal tersebut menjadikan 11-12 dengan pengguna bajakan, bedanya kamu diberikan rasa aman bahwa kamu telah menghargai mereka dan tidak melanggar apa pun hanya karena fiturnya lebih sedikit, padahal sebenarnya tidak demikian.

Jadi kalau kamu masih menggunakan Windows dan kamu gak mau membeli perangkat baru, maka pilihanmu hanya ada dua, yaitu:

  1. Membeli lisensi asli dan legal di toko resmi Microsoft atau di mitra resminya, tapi mahal. Atau,
  2. Bajak sekalian Windows-nya, gratis, tapi risiko legalitas ditanggung sendiri karena illegal, apalagi kalau kalian dari pihak korporat

Itu saja pilihannya. Kalau mau komputermu pakai OS yang legal dan gratis sepenuhnya ya pakai sistem operasi lain lah! Ada itu GNU/Linux dan sistem operasi lain yang bisa kamu coba.

Tapi kenapa kok Windows-nya masih bisa dipake? Ya karena untuk memperbesar pangsa pasar (marketshare) agar Windows dan ekosistem Microsoft dikenal oleh banyak orang, dengan memakai Windows saja kamu telah menyumbang pangsa pasar ke korporat besar agar mereka melirik Windows dan ekosistem Microsoft-nya, terlepas dari apakah Windows-nya diaktifkan atau tidak, diaktifkan pakai apa, lisensi yang digunakan legal atau tidak, dll.

Mayoritas keuntungan Microsoft itu dari pihak korporat, seperti Azure, OEM, layanan Microsoft 365 dan Windows untuk korporat, Visual Studio, dll, ada pun dari pengguna individual ya dari langganan itu, misalnya layanan Xbox (Xbox Game Pass, Xbox Cloud Gaming, dll), Microsoft 365, dll.

Memang ada keuntungan dari penjualan lisensi Windows untuk individual, tapi itu bukan prioritas utama dan jauh lebih sedikit ketimbang lainnya, itulah mengapa Microsoft juga tidak terlalu peduli dengan pembajakan yang dilakukan oleh pengguna individual.

Kalau mereka membatasi hampir semua fiturnya dan melakukan razia ke penggunanya hanya karena mereka melanggar EULA kayak yang pernah dilakukan waktu dulu, yang rugi malah mereka itu sendiri selain karena rugi waktu, tenaga dan uang untuk merazia dan menuntut sana-sini, hal ini membuat penggunanya berkurang dan pangsa pasar pun ikut berkurang, walau bisa saja semua itu dilakukan kalau mereka mau.

Pertanyaan ke-4: Apakah akan aman jika saya tetap menggunakan Windows 10? Seberapa amankah untuk ke depannya?

Jawab: Kalau kamu merupakan pengguna kasual yang setiap hari cuma menjelajah internet, menikmati hiburan yang disediakan di komputer (entah itu menonton film, bermain gim, dll) atau mengerjakan tugas di PC mungkin bakalan aman untuk saat ini, selama kamu:

  • Tidak menonaktifkan Antivirus dan Firewall
  • Tidak mematikan fitur UAC (User Account Control)
  • Tidak sembarangan memberikan akses Administrator ke orang lain (cth. Selalu gunakan tipe “Standard” saat membuat pengguna/User di Windows, bukan “Administrator”, terutama untuk orang lain selain dirimu)
  • Versi definisi antivirus-mu selalu yang terbaru atau selalu diperbarui
  • Mempertebal perlindungannya jika menggunakan Windows Defender, dengan cara berikut:
    • Minimal aktifkan fitur “Controlled folder access” agar melindungi berkas-berkas penting kamu dari malware dengan memblokir segala perubahan dari aplikasi yang tidak terpercaya
    • Bila memungkinkan, aktifkan semua fitur proteksi di dalam “Core isolation” untuk melindungi perangkatmu dengan melindungi kernel Windows
    • Untuk penebalan (hardening) lebih lanjut, kamu bisa pakai DefenderUI, versi gratisnya cukup untuk pengguna rumahan
  • Perangkat lunak (termasuk peramban web) yang kamu gunakan selalu yang terbaru, meski itu adalah pembaruan keamanan
  • Memasang pemblokir iklan di peramban web (seperti uBlock Origin) dan memperbarui daftar-daftarnya
  • Menonaktifkan protokol jaringan yang usang di Windows kamu, seperti NetBIOS dan SMBv1
  • Selektif dalam mencolok penyimpanan eksternal dan menggunakan jaringan lokal
  • Selektif dalam menentukan folder yang akan dibagikan ke jaringan lokal beserta hak aksesnya
  • Selektif dalam memilih jenis jaringan yang terkoneksi (antara jaringan publik atau privat). Kalau kamu menggunakan laptop, pastikan Public network (Jaringan publik) terpilih, terutama setiap kali terkoneksi dengan jaringan yang bukan berasal dari tempat tinggal sendiri/rumah
  • Selektif dalam menginstal perangkat lunak dan membuka sebuah aplikasi

Seberapa amannya untuk ke depan saya tidak tahu secara pasti, tapi mengingat Windows-mu tidak mendapatkan pembaruan setelah masa dukungannya berakhir, maka saya tidak dapat menjamin bahwa ke depan akan aman walau kamu sudah melakukan semua hal di atas, karena eksploitasi celah keamanan di Windows selalu berkembang.

Jadi, disarankan untuk mengaktifkan ESU di Windows 10 kamu agar tetap mendapatkan pembaruan dengan minimum 1 tahun yang bisa kamu dapatkan secara gratis. Tapi, kamu masih bisa mengabaikan ini dengan menganggap kalau sistemnya aman-aman saja.

Pertanyaan ke-5: Untuk memperpanjang masa dukungan Windows 10, lebih baik pakai ESU atau langsung upgrade ke edisi IoT LTSC aja?

Jawab: Sebaiknya aktifkan saja ESU terlebih dahulu, meng-upgrade Windows-mu ke edisi IoT Enterprise LTSC itu selain membutuhkan usaha yang lebih, perangkat lunak tertentu belum tentu kompatibel dengan edisi ini.

Setelah masa dukungan ESU-nya sudah habis, barulah kamu upgrade ke edisi IoT Enterprise LTSC.

Pertanyaan ke-6: Jadi, menurutmu sebaiknya saya tetap memakai Windows 10 atau paksa upgrade ke Windows 11?

Jawab: Ya tergantung kenyamanan, kebutuhan dan kesanggupan perangkat kamu. Tetap memakai Windows 10 atau paksa upgrade ke Windows 11 itu mempunyai manfaat dan risikonya masing-masing.

Tapi mungkin akan lebih baik kalau kamu menetap terlebih dahulu di Windows 10, lihat perkembangan perangkat lunaknya bagaimana, kalau perangkat lunaknya sudah meninggalkan dukungan setelah masa dukungan Windows 10 berakhir, sedangkan kamu butuh perangkat lunak tersebut di versi terbaru, mungkin kamu perlu paksa upgrade ke Windows 11.

Perlu diingat bahwa dengan memaksa untuk upgrade ke Windows 11, artinya perangkat lunak atau gim tertentu yang meminta syarat Windows 11 umum seperti TPM 2.0 tidak akan bisa berjalan, tapi perangkat lunak lain mungkin masih bisa.

Sedangkan kalau kamu tetap menggunakan Windows 10, mungkin perangkat lunak atau gim tertentu tidak akan meminta syarat macam TPM 2.0 agar dapat dijalankan, tapi beberapa atau banyak perangkat lunak akan meninggalkan dukungan utamanya jauh atau tidak jauh setelah masa dukungan Windows 10 berakhir, kalaupun dapat ya itu pembaruan keamanan dan perbaikan kutu, bukan pembaruan fitur.

Untuk kasus penggunaan Steam dan peramban web seperti Google Chrome/Chromium dan Mozilla Firefox, mungkin saja mereka bisa memperpanjang dukungannya terhadap Windows 10, mengingat rekam jejak mereka yang pernah melakukan hal serupa terhadap Windows 7, baik pembaruan keamanan dan kutu maupun pembaruan fitur, jadi harusnya mereka juga bisa mendukung Windows 10 dengan lebih lama.

Pertanyaan ke-7: Saya ingin instal bersih Windows dan ingin Windows-nya bebas dari bloatware yang mengganggu, sebaiknya apa saja yang perlu saya lakukan?

Jawab: Cukup instal ulang saja dengan Windows 10/11 IoT Enterprise LTSC, dengan begini kamu akan mendapatkan pengalaman Windows yang jauh lebih bersih ketimbang saat kamu menggunakan Windows biasanya dengan masa dukungan yang panjang.

Tentunya ini tanpa perlu melakukan modifikasi dari pihak ketiga macam AtlasOS, ReviOS, Ghost Spectre, dll, serta edisi tersebut merupakan edisi resmi dari Microsoft, sehingga kamu tidak perlu mempertaruhkan kestabilan dan keamanan dalam menggunakannya.

Saking bersihnya LTSC ini, sampai-sampai aplikasi UWP itu gak ada, contohnya Xbox, Photos, Phone Link, dan bahkan Microsoft Store itu sendiri, kalkulator yang ada pun hanyalah kalkulator dari zaman Windows 7.

Atau, kamu juga dapat menggunakan Windows edisi biasa, tapi kamu perlu debloat sendiri, saya gak perlu kasih tahu caranya untuk ini.

Pertanyaan ke-8: Kenapa kamu menyarankan penggunaan LTSC ketimbang menggunakan modifikasi macam AtlasOS, ReviOS, Ghost Spectre, dll, untuk pengalaman Windows yang lebih bersih?

Jawab: Karena biasanya mereka menonaktifkan komponen-komponen yang mereka anggap ’tidak penting’ untuk meningkatkan performa, padahal komponen Windows itu saling berhubungan satu sama lain, kalau saja satu dimatikan dan kamu kurang beruntung maka sistemmu akan terkena efek domino.

Efek dominonya ini disebabkan oleh fitur-fitur ada yang bergantung pada komponen yang dinonaktifkan itu yang pada akhirnya merambat ke aplikasi-aplikasi atau bahkan sistem yang berperilaku aneh, aplikasi yang tiba-tiba suka crash sendiri atau bahkan aplikasi tertentu tidak dapat dijalankan.

Efek dominonya ini bagaimana maksudnya? Salah satu contoh efek dominonya kalau kamu mensuspensi atau bahkan menonaktifkan Microsoft Software Protection Platform (SppSvc) hanya karena komponen tersebut memakan penggunaan CPU yang besar.

Iya, penggunaan CPU pasti turun drastis, tapi dengan kamu menonaktifkan komponen tersebut selain bikin Windows dan Microsoft Office menjadi gak aktif, Windows Update, Microsoft Office dan Microsoft Store bakalan tidak bekerja dengan baik karena mereka bergantung pada komponen tersebut untuk memvalidasi lisensi, tidak menutup kemungkinan bahwa kamu juga bakalan berhadapan dengan masalah ketika kamu menggunakan aplikasi UWP lainnya, apalagi kalau ada pembelian dalam aplikasi.

Untuk jangka panjangnya, tidak menutup kemungkinan bahwa registri yang berkaitan dengan WPA (Windows Product Activation) akan dipenuhi dengan data-data yang korup karena kegagalan mereka dalam memvalidasi lisensi, sehingga ini akan berefek ke boot Windows yang memakan waktu sangat lama dan stuck di logo Windows selama beberapa menit (pengalaman saya malah sampai 15 menit), tergantung jumlah registrinya.

Untungnya semua masalah SppSvc ini bisa diperbaiki dengan memperbaiki registri WPA dan aktifkan kembali SppSvc-nya, palingan setelahnya kamu perlu alihkan dulu akun di komputer kamu ke akun lokal, lalu alihkan lagi ke akun Microsoft lagi aja kalau kamu dari awal memakai akun Microsoft untuk login.

Satu komponen itu dimatikan saja bisa kena masalah di sistem ke depannya, apalagi kalau banyak? Kalau kamu cukup beruntung ya kamu bakalan bisa menggunakannya dengan biasa saja, tapi kalau sedikit tidak beruntung saja, seperti kena masalah di sistem dan suka berperilaku aneh, ya harusnya kamu lapor ke pembuat mod-nya agar diperbaiki oleh mereka, kalau gak ya ujung-ujungnya apa? Ya betul, instal ulang.

Kamu bawa ke teknisi yang jago sekali pun, ya palingan ujung-ujungnya disarankan instal ulang ke Windows edisi resmi tanpa modifikasi juga, karena mereka tidak mau ambil pusing oleh masalah yang disebabkan oleh modifikasi Windows itu sendiri.

Itu juga belum kalau ternyata kamu menghapus Windows Defender tanpa menginstal antivirus pihak ketiga hanya karena ingin meringankan sistem, ya kalau itu sih siap-siap aja virus/malware bakalan datang dengan sendirinya, dan jangan salah, mereka juga bisa menyebar lewat jaringan dan media penyimpanan eksternal, kamu pikir mereka ada hanya karena aktivitas internet dan instal software bajakan saja?

Jadi jangan salahkan sistem kalau komputermu tiba-tiba terkena virus, malware atau bahkan ransomware yang menyerang dan menyandera data-data pentingmu, toh menonaktifkannya itu adalah 100% hasil dari keputusanmu sendiri.

Di sisi lain, Windows dengan kanal LTSC (termasuk IoT Enterprise LTSC) itu resmi dari Microsoft yang jauh lebih bersih ketimbang edisi biasanya, tapi tentu saja itu sangat stabil dengan masa dukungan yang sangat panjang tanpa perlu melakukan feature update, menggunakannya juga tidak menimbulkan masalah yang berarti, tidak seperti ketika kamu menggunakan modifikasi untuk Windows.

Itulah mengapa saya lebih menyarankan menggunakan LTSC sekalian ketimbang menggunakan modifikasi macam AtlasOS, ReviOS, Ghost Spectre, Tiny11, dll, tapi itu adalah hak kamu kalau kamu masih ingin memakainya.

Kamu juga bisa melakukan debloating di Windows edisi biasa secara mandiri (lihat di pertanyaan ke-7), itu akan jauh lebih baik ketimbang kamu memakai modifikasi macam AtlasOS, dll, karena kamu sendiri yang menentukan mana komponen yang layak dipakai dan mana yang tidak, bukan mereka.

Pertanyaan ke-9: Apakah berkas ISO itu sendiri merupakan asli dari Microsoft?

Jawab: Tentu saja itu asli dari Microsoft yang diunduh melalui MVS, lalu diunggah lagi oleh mereka agar bisa diunduh oleh banyak orang. Kamu bisa mengecek keaslian berkas ISO dengan mencocokkan Hash yang ada di link Files RG-Adguard atau MVS Dump dengan yang ada di komputermu setelah diunduh.

Kalau kamu setidak yakin itu dengan berkas ISO yang disediakan, silakan pastikan sendiri dengan mengambil Hash SHA256 ISO-nya secara gratis dan resmi dengan cara berikut:

  1. Kunjungi My Visual Studio (MVS), login menggunakan akun Microsoft kamu dan daftarkan diri sebagai “Dev Essentials” kalau belum pernah
  2. Cari Windows yang ingin kamu unduh (Pastikan kamu pilih “All Downloads” alih-alih “Available for my subscription(s)”)
  3. Pilih bahasa dan arsitektur sistem
  4. Klik pada ikon di bawah kolom tabel “Info”
  5. Informasi mengenai berkas ISO dan Hash SHA256-nya muncul di situ, silakan cocokan dengan yang ada di sana dan di Files RG-Adguard. Serta kamu dapat verifikasi sendiri hasil unduhannya, bisa pakai OpenHashTab, NanaZip, 7-Zip atau melalui perintah Get-FileHash di PowerShell 7

Itulah cara mengecek keaslian berkas ISO Windows yang tersedia tautannya di sini.

Pertanyaan ke-10: Kalau ISO di sini merupakan asli dari Microsoft, kenapa link download-nya bukan dari Microsoft juga?

Jawab: Karena agar dapat mengunduh berkas ISO-nya dari sana, kamu harus berlangganan Visual Studio yang minimalnya paket “Professional” (atau “Enterprise” biar lengkap sekalian) dan itu semua perlu bayar tahunan (yang harga 1 tahun pertamanya dari puluhan juta sampai hampir ratusan juta rupiah), bukan bulanan. Selain itu, tautan unduhan yang dihasilkan dari MVS (My Visual Studio) itu tidak bertahan lama, biasanya hanya berlaku sampai 10 jam saja.

Tapi kan ISO Windows itu gratis diunduh di situs resmi Microsoft-nya langsung? Betul, tapi hanya untuk edisi biasa dan itu pun versinya lebih lama walau build-nya terbaru, sehingga kamu perlu menginstal Cumulative Update melalui Windows Update biar sistem kamu pakai versi terbaru.

Belum lagi kalau kamu mau mengunduh ISO edisi perusahaan (Enterprise/Business Edition) dari Windows, ISO Windows jadul (seperti Windows 7), dll, itu semua perlu diunduh di MVS dan itu perlu berlangganan Visual Studio dengan sistem tahunan.

Makanya orang-orang mengunggah ulang berkas ISO yang didapat dari sana, agar orang lain dapat mengunduhnya walau masa berlaku tautan dari sana sudah habis.

Edisi perusahaan dari Windows memang tersedia untuk diunduh langsung melalui situs web Microsoft-nya tanpa perlu MVS, tapi itu hanya evaluasi semata dan kamu tidak bisa sama sekali mengaktifkannya bahkan setelah 90 hari, sehingga sangat tidak disarankan untuk menggunakannya.

Pertanyaan ke-11: Apakah aktivator seperti itu aman?

Jawab: Kalau aman yang dimaksud adalah bebas dari virus dan malware, jawabannya adalah Iya. Keterbukaan kode dan kepopuleran aktivator tersebut di luaran sana cukup jadi bukti bahwa aktivator tersebut aman, selain itu skrip tersebut tidak menyisipkan kode apa pun yang dapat membahayakan komputer kamu.

Skrip tersebut cuma membantu proses aktivasi Windows dan Microsoft Office. Maka dari itu, kamu bisa lakukan semua itu dengan manual kalau mau, silakan kunjungi halaman dokumentasi pada masing-masing metode aktivasi: HWID untuk aktivasi Windows, Ohook untuk aktivasi Microsoft Office atau TSforge untuk aktivasi Windows/ESU di Windows.

Ngomong-ngomong selain membantu proses aktivasi, skrip tersebut dapat digunakan sebagai ‘alat’ untuk melakukan troubleshooting sistem Windows dan Microsoft Office baik sebelum masuk ke dalam skripnya maupun sebelum mengaktivasi sampai sistemnya dalam keadaaan ‘sempurna’ untuk diaktivasi, ada juga fitur perbaikan yang bisa dicoba. Karena jika adanya kesalahan di sistem kamu, maka skrip tersebut tidak akan bisa mengaktifkannya, melainkan hanya memberikan solusi yang bisa kalian coba untuk perbaiki terlebih dahulu.

Saking komprehensifnya cara skrip tersebut dalam melakukan troubleshooting, tidak terlalu mengherankan bila pada Maret 2023 “CS” Microsoft pernah memakai skrip ini untuk mengaktifkan Windows di komputer konsumennya tapi untungnya viral dan orang-orang jadi tahu, pada awal bulan Maret 2025 hal yang sama terjadi lagi, tapi gak viral.

Kemungkinan besar mereka berpikir bahwa skrip tersebut dapat membantu mereka dalam melakukan troubleshooting di komputer konsumennya, karena mereka tidak diberikan alat dan pengetahuan tentang troubleshooting Windows yang memadai.

Penutup

Ya begitu saja artikelnya, bagaimana menurutmu? Mudah bukan? Di sini ada 7 cara untuk mempersiapkannya dengan risiko dan manfaatnya masing-masing, tinggal pilih salah satunya saja mana yang menurut Anda cocok.

Persiapkan hal itu sedini mungkin jika Anda masih ingin menggunakan komputernya, lebih cepat lebih baik. Semoga dengan artikel ini, Anda dapat mempersiapkan semuanya.

Terima kasih bagi yang telah membaca serta mempelajari yang ada di artikel ini, mohon maaf jika artikel ini memiliki beberapa kekeliruan dan kesalahan, seperti salah ketik, kurang jelas, salah informasi, kurang rapi, dll, karena artikel ini jauh dari sempurna.

Saya akan berusaha untuk terus-terusan memperbarui artikel ini seiring berkembangnya informasi yang ada, karena yang saya pos ini adalah tutorial, sehingga perlu adanya penyesuaian.

Jika adanya kesalahan dan kekeliruan, atau kalau Anda memiliki pertanyaan lainnya, silakan berikan masukkan melalui kolom komentar yang tersedia. Masukkan dari Anda akan sangat berarti bagi saya dan artikel ini untuk ke depannya nanti.

Terima kasih atas perhatiannya 😊

Penggunaan Gambar dan Atribusi

Berkas-berkas Gambar (seperti Cuplikan layar dan Gambar lainnya) yang di gunakan di dalam artikel ini, disediakan di dalam repositori blog ini.

Jika Anda ingin menjelajahinya, silakan kunjungi alamat URL berikut:

https://github.com/FarrelF/Blog/tree/main/content/post/2025/10/13-masa-dukungan-windows-10-sudah-habis

Gambar unggulan yang digunakan pada artikel ini merupakan foto dari sebuah trit dari Reddit, foto tersebut dimiliki oleh seorang pengguna Reddit yakni r/mildlyinfuriating/.

Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy