Vivaldi Web Browser – Web Browser terbaru dengan fitur menjanjikan

Assalamu’alaikum.  🙂

Saya akan memposting sebuah Web Browser terbaru yang Engine nya menggunakan Blink (dari Chromium, yang di pakai oleh Google Chrome), yaitu Vivaldi Web Browser.

Pasti kalian merasa asing untuk web browser yang satu ini? Yap, ini adalah web browser yang terbaru (bukan versinya, tapi baru softwarenya), meskipun masih baru, tapi web browser ini sudah memiliki fitur-fitur dan tampilan yang lumayan menjanjikan. Silahkan untuk membacanya lebih lanjut.

Vivaldi Web Browser ialah software web browser yang menggunakan Blink dan V8 sebagai Engine Browser dan Javascript nya, dengan memiliki fitur-fitur dan tampilan yang lumayan menjanjikan untuk sebuah Web Browser yang masih “unyu-unyu” ini.

Vivaldi Web Browser ini dibuat dengan bahasa pemrograman C++, yang merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek (Mungkin tidak perlu saya jelaskan disini, hehehe 😀 ).

Penampilan yang lumayan menjanjikan ini di karena kan Vivaldi ini memakai V8 sebagai Engine Javascript nya, lalu menggunakan Javascript dan React untuk mempercantik tampilan dengan bantuan dari Node JS. Ayo, langsung bahas kelebihan dan kekurangan nya aja dulu.

 

Kelebihan

+ Tampilan yang flat dan bisa beradaptasi sesuai website nya.

+ Bisa mengubah posisi tab, dan juga bisa menampilkan gambar website yang kita kunjungi langsung dari tab hanya dengan memperbesar ukurannya saja.

+ Tema Bawaan yang banyak, serta dukungan tema yang banyak.

+ Bisa menggantikan Tema sesuai Jadwalnya.

+ Membuat catatan kecil langsung dari browser nya.

+ Bisa membuat menangkap page nya dengan screenshot page langsung dari browser nya.

+ Bisa menampilkan beberapa sisi tab yang berdampingan (tab stacking), tentunya dengan menekan CTRL, lalu pilih tab-tabnya nya, kemudian atur bentuk layout nya yang ada di status bar letaknya di sebelah screenshot, lalu pilih bentuknya.

+ Jika anda membuka website dengan Website yang sama, dan tujuan anda yang berbeda, namun anda ingin tabnya terlihat rapih meski banyak yang di buka? Tinggal pindahkan saja tab yang anda gunakan dan timpakan ke tab lainnya, lalu setelah itu anda tinggal pilih tab yang ingin anda gunakan di atas judulnya. Jika anda ingin multi-display, bisa langsung atur grid layout nya.

+ Tampilan Histori yang menarik, seperti menggunakan diagram untuk menampilkan tipe transisi link (perpindahan antara satu link dengan link lainnya) dan Aktivitas Penjelajahan, dan data statistik non-diagram lainnya, seperti Nama Domain yang paling sering di kunjungi, dsb.

+ Kustomisasi yang banyak, dan ada juga yang mengambil dari Opera (Seperti air gestures, dll).

+ Dan, masih banyak kelebihan dari Vivaldi lainnya 🙂

 

Kekurangan:

– Browser ber-engine Blink pasti dapat menangani konten web dengan baik. Namun, akan memperberat kita saat membuka banyak tab/mengorbankan kinerja komputer kita nya, terutama RAM komputer yang terkuras. Apalagi jika di tambahkan dengan engine V8 dan Node JS nya, pasti akan lebih banyak prosesnya dan lebih berat lagi jadinya. (Kecuali jika spek komputermu cukup bagus).

– Browser ini diperuntukkan bagi Power-user, bukan untuk Pengguna biasa. Kenapa? Karena fitur-fitur Vivaldi itu banyak sekali daripada Google Chrome. Jika kalian adalah pengguna biasa atau ingin sekedar browsing saja, tanpa memerhatikan fitur yang ada di browser, saya rasa hindari penggunaan Vivaldi daripada mubazir. Sebab, fitur-fitur tersebut kalau tidak dipakai pun juga akan memperberat kinerja komputer kita (Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya) terutama dari Engine V8 dan Node JS nya.

– Terkadang tidak kompatibel atau tidak mendukung plugin tertentu, seperti Data Saver dari Google, VPN, All-in-One Messenger, Password Manager seperti LastPass, dsb atau memiliki dukungan terbatas.

– Tidak adanya Fitur Kompresi Data, maksudnya seperti Opera dengan fitur Opera Turbo nya yang mengkompresi konten bagi pengguna yang memiliki koneksi yang lambat atau/dan kurang stabil. Padahal, secara mereka kan adalah pendiri Opera juga.

– Tidak adanya fitur VPN seperti Opera.

Saya sendiri juga belum menemukan apa kekurangan lainnya dari browser Vivaldi ini, yang jelas fitur-fitur inilah yang membuat saya semakin betah menggunakan Vivaldi ini jika dibandingkan dengan Google Chrome dan Firefox yang makin membosankan 😀

Ohh, iya, Vivaldi Browser ini dibuat oleh sang pendiri Opera Software, yaitu Jon Stephenson von Tetzchner. Jadi, jangan heran jika ada kesamaan fitur dari Opera (kecuali untuk VPN dan Opera Turbo nya).

Screenshot:

Download

Homepage: https://vivaldi.com.

Untuk mendownload browser ini, silahkan kunjungi link berikut:

https://vivaldi.com/download.

Untuk ukuran filenya, paling kira-kira sebesar:
x86: 39-41 MB-an.
x64: 45-47 MB-an.

Jadi, harap siap yah sebelum download, atau gunakan koneksi Wi-Fi untuk mendownload.

Sekian dari pos ini, apabila ada kekurangan atau sesuatu yang kurang mengenakan. Kami mohon maaf, kami hanya sekedar membuat artikel ini untuk membagikan ilmu saya. Terima Kasih ^_^

<

p style=”text-align: justify;”>Wassalamu’alaikum 🙂

Mungkin Anda juga menyukai